Bagaimana TV Satelit Bekerja
Seluruh artikel di komputerblog.com dapat digunakan dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis komputerblog.com.
Saat TV satelit pertama kali diperkenalkan di awal tahun 1990-an. Dahulu TV satelit membutuhkan satelit yang sangat besar, berdiameter 2 hingga 5 meter. Saat ini untuk menikmati TV satelit hanya menggunakan parabola berbahan solid berdiameter sekitar 1 meter.
Saat ini, kita dapat melihat parabola TV satelit di atap rumah seluruh penjuru Amerika Serikat. Apabila melakukan perjalanan ke daerah pedalaman yang belum dijangkau perusahan TV kabel, kita akan menemukan parabola TV satelit dihampir setiap rumah. Kebanyakan perusahaan TV satelit menawarkan program film, acara olahraga, dan pemberitaan yang up to date dari seluruh belahan dunia kepada kunsumen dengan menjanjikan kualitas gambar dan suara.
TV satelit mempunyai banyak solusi untuk permasalahan yang berhubungan dengan TV kabel dan siaran TV tanpa berlangganan. Walaupun teknologi TV satelit masih berkembang, TV satelit telah menjadi pilihan yang populer untuk banyak pemirsa TV.
Pada artikel ini, kita akan mencari tahu bagaimana TV satelit bekerja, dari stasiun TV sampai kepada pelanggan.
Download Artikel Lengkapnya :








Bagaimana suatu jaringan TV Kabel bekerja, dapatkan semua infonya di :
Jawamediaprofile.blogspot.com
[Reply]
Kenapa jtv sinyalnya drop banget di reciverku,padahal yg lainya bagus,apakah arah dishnya kurang tuning.thanks
[Reply]
Ingin tau daftar FTA terbaru + frequensi+ sr. Telkom1 dan palapa c2. Thanks
[Reply]
Fatur Reply:
April 16th, 2009 at 8:40 am
Clic kemana untuk mencari pengetahuan parabola digital scara menyeluruh.maaf saya masih awam dg dunia ini ( internet )
[Reply]
mas,ak mau tanya, khan banyak sekali tuh tv kabel di indonesia trutamanya selain indovision atau telkomvision yang sudah terkenal, truz knapa y kebanyakan dari mereka (tv kabel yang belum terkenal) mempunyai masalah dengan perizinan?mamng disetiap daerah ada perda2 yang mengatur hal tsb?
thanks for your attention
[Reply]
Dish Astro bisa diberdayakan untuk menangkap TelkomVision, gunakan saja LNBF C-Band dan pake RX Dizipia atau yg mendukung Irdeto untuk proses dekripsi… mau info lanjut silakan ke sini:
http://www.forumsatelit.com/index.php/topic,507.0.html
Salam
[Reply]
Astro menggunakan frekuensi KU band untuk penyiaran channelnya. Jadi, bila digunakannya untuk keperluan lain kamu perlu mengganti feed, cakram yang terletak di tengah parabola, dengan cantenna, biquad, dipole, double-ring, atau yang lainnya. Feed merupakan perangkat yang menghasilkan gain pada parabola. Kamu menggantinya sesuai dengan keperluan kamu. Untuk cara teknisnya saya belum mendapatkan informasinya.
Parabola astro tidak dapat digunakan untuk menerima siaran TV berlangganan lain karena parabola dilengkapi dengan dekoder, pengubah sandi-sandi digital pengaman. Masing-masing TV berlanggan mempunyai penggodean yang berbeda dan biasanya selalu diperbarui. Hal tersebut berfungsi agar hanya pelanggan TV berlanggan tersebut yang dapat mengakses channelnya.
Semoga informasi ini bermanfaat. Saya mohon maaf bila ada kesalahan dalam menjawab pertanyaan dari Priwit.
Referensi:
http://opensource.telkomspeedy.com/forum/viewtopic.php?pid=44502
http://en.wikipedia.org/wiki/Parabolic_antenna
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080606073054AAZXvFe
http://www.bluefame.com/lofiversion/index.php/t146667.html
[Reply]
Mas Rommy, semenjak ASTRO gulung tikar, peralatan parabola dan decoder di rumah saya jadi mangkrak dan gak ada kejelasan peralatan tersebut diambil lagi atau mau diapakan.
Saya mua tanya, bisa gak alat-alat tsb dipergunakan untuk menerima siaran TV berlangganan lain, radio satelit, atau apalah yang penting masih bisa bermanfaat ?. Kalau bisa, bagaimana caranya ?.
Terima kasih banyak informasi dan penjelasannya. Salam.
[Reply]